(Kuningan) Pada hari Sabtu (6/2/2021) Kementrian Dalam Negeri BEM STISHK Kuningan telah mengadakan Webinar Literasi yang bertema Membangun Peradaban Melalui Budaya Literasi dengan mengundang pemateri yang merupakan Duta Perpustakaan Jawa Barat yaitu Kang Taufik Hidayat. Yang di ikuti oleh setiap kalangan masyarakat terutama para mahasiswa yang berjumlah sekitar kurang lebih 40 peserta.
Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan minat literasi khusus nya di kampus STISHK Kuningan.

Dalam pemaparannya yang di awali dengan Literasi sebagai nafas panjang peradaban kang Taufik menanyakan kepada seluruh peserta webinar mengenai, Kenapa Indonesia menjadi negara yang kurangnya angka literasi bahkan indonesia menjadi negara kedua terakhir dalam Literasi?
Kang Taufik menjelaskan faktanya UNESCO di tahun 2016 menyatakan program literasi untuk orang dewasa dapat membangun self esteem (kepercayaan diri) dan empowerment (pemberdayaan).

Masalah terbesar dari Indonesia yaitu angka buta aksara Indonesia makin berkurang dari waktu ke waktu. Namun, keberhasilan tersebut tak sejalan dengan tumbuhnya budaya membaca. Sehingga tingkat literasi masyarakat masih dalam kategori rendah. Solusi yang harus di ambil dengan cara transportasi perpustakaan yang menggunakan konsep inklusi sosial dan menjadikan perpustakaan sebagai wahana bermain anak.

Sedangkan di Indonesia sendiri Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) menyusun indeks aktivitas literasi membaca (Alibaca). Kegiatan literasi di pengaruhi beberapa faktor yaitu, kecakapan, akses, alternatif dan budaya, kategori indeks Alibaca terbagi atas lima kategori, yang sangat rendah (0-20,00), rendah (20,01-40,00), sedang (40,01-60,00), tinggi (60,01-80,00), dan sangat tinggi (80,01-100).

DEKUMENTASI WEBINAR LITERASI BEM STISHK
121238

Kang Taufik juga memaparkan cara bagaimana meningkatkan minta baca? Modal awalnya kita ketahui dulu minatnya, lalu cari satu buku yang kita sukai.

Di Jawa Barat penerapan inklusi sosial di perpustakaan sangatlah berpengaruh, perpustakaan harus bisa bertransportasi sehingga memiliki peran signifikansi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mengubah kualitas hidup nya menjadi lebih baik menuju kesejahteraan dengan tujuan untuk memperkuat peran perpustakaan, menciptakan SDM yang berkualitas, meningkatkan kualitas literasi, kreativitas, dan akses informasi, dengan dukungan dari kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/bapernas tahun 2018 mencapai 60 lokasi, tahun 2019 mencapai 300 lokasi, dengan anggaran yang di keluarkan sebesar 145 milyar, kegiatan yang di lakukan yaitu menyediakan ruang pengalaman, menyediakan ruang belajar kontekstual, dan berlatih keterampilan kerja.

Dalam Closing Statement nya kang Taufik memaparkan bahwa kerja pemuda itu bukan hanya melahirkan gagasan atau memikirkan persoalan. Melainkan terus mengupayakan perubahan.
Bukan hanya urun tangan, tapi turun tangan.

Dr. Muallim, S.pd.I, MA selaku ketua Lembaga Penjamin Mutu Internal ( LPMI) Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah Kuningan, berharap setelah terselenggaranya webinar kali ini mahasiswa dapat terus berkarya dengan aksi nyata juga dengan ciri khas masing-masing tanpa plagiarism.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *