Saat ini generasi muda banyak diperbinacangkan mulai dari aspek pendidikan, teknologi, mental, sosial, moral dan budaya. Baik perbincangan yang positif sampai perbincangan negatif.  Ada yang melontarkan pernyataan bahwa generasi muda diasumsikan sebagai kaum yang malas dan narsis. Tentu menjadi persoalan jika ini terjadi pada sebagian atau hampir seluruh generasi muda, pasti akan selalu ada saja karena kita tidak dapat pungkiri semua di dunia ini pasti ada benar dan salahnya.

Tetapi kita mencoba untuk mencari solusi dan berbagi dengan anak muda khususnya, agar keberadaan kita di dunia ini menjadi kebermanfaatan untuk yang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk yang lain. Karena sesungguhnya ketika kita berbuat baik kepada orang lain, manfaatnya akan kembali kepada kita. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan, apapun peran itu selama untuk kebaikan yang mudah-mudahan akan membawa kepada perubahan yang lebih baik untuk umat dan bangsa.

Ketika generasi muda sudah mulai kritis, mulai peka terhadap suatu permasalahan, sudah merasakan keresahan ketika ada sesuatu yang salah. Kemudian generasi muda memilih untuk melakukan aksi nyata melawan kebatilan tersebut, maka di sanalah awal mula perubahan untuk sebuah peradaban yang gemilang. Pada umumnya seperti yang disebutkan di awal banyak yang memaparkan bagaimana ciri atau karakteristik generasi muda, ada yang memandangnya dari sisi negatif namun juga tidak sedikit yang memandangnya dari sisi positif. Produktif, aktif di media sosial, mudah berbagi, semangat yang sedang menggebu-gebu, kritis, praktis merupakan sebagian kecil ciri atau karakteristik dari generasi muda. 

Namun sangat disayangkan ketika mendengar atau melihat generasi muda banyak yang menyimpang dan tidak seperti yang diharapkan sebagai pembawa perubahan bangsa ini umumnya. Dan tentu hal ini menjadi hal yang perlu diperhatikan bersama dan ditangani dengan cara yang mereka butuhkan, salah satunya dalam bidang ekonomi.

Seperti yang telah dilakukan pemerintah dengan upaya menggerakkan ekonomi kreatif sebagai wadah berkarya dengan tujuan generasi muda mampu mengahadapi era revolusi 4.0 yang mana saat ini sudah kita rasakan bersama. Diharapkan bisa memanfaatkan ekonomi kreatif sebagai wadah pengembangan diri untuk berkarya, selain akan membawa perubahan yang lebih baik untuk dirinya sendiri dan umumnya akan dirasakan oleh semua orang. Ketika sebuah kebaikan apalagi sampai bisa membantu ekonomi atau kehidupan orang lain bisa dibayangkan itu akan menjadi pahala yang terus mengalir untuk kita semua.

Jika kita berbicara mengenai ekonomi maka akan sangat luas sekali pembahasannya, tetapi yang akan menjadi fokus kita kali ini adalah mengenai ekonomi kreatif. Apa itu ekonomi kreatif? Ekonomi kreatif adalah suatu wadah yang efektif dan efisien sebagai tempat generasi muda untuk berinovasi dan berkarya untuk mengembangkan diri dan berprestasi.

Menurut United Nation Conference On Trade and Development (UNCTAD), Ekonomi Kreatif adalah konsep ekonomi yang berkembang berdasarkan pada aset kreatif yang berpotensi menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Dan satu lagi dilihat dari definisi Ekonomi Kreatif menurut Kementrian Perdagangan Indonesia, menyatakan bahwa suatu upaya pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui kreativitas dengan iklim perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya yang terbarukan.

Dari kedua definisi di atas kita bisa menyimpulkan bahwa ekonomi kreatif adalah konsep perekonomian di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengedepankan ide dan pengetahuan dan sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Walaupun kita ketahui bersama banyak sekali perubahan yang terjadi saat ini, mulai dari segalanya serba instan, segalanya menggunakan teknologi, dan masih banyak perubahan lainnya. Kreatifitas, keahlian (skill), talenta, adanya produk yang dihasilkan, produk yang kreatif, kerjasama yang baik, dan mempunyai konsep yang kreatif itu semua yang harus kita siapkan untuk menjadi bagian dalam ekonomi kreatif.

Adapun industri kreatif yang di dalamnya berupa kumpulan aktivitas-aktivitas ekonomi kreatif, diantaranya yaitu periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kuliner, fashion, film, fotografi, kerajinan, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer, radio dan televisi, riset dan pengembangan. Dimana dapat kita ketahui zaman sekarang sudah banyak masyarakat para pengguna internet, atau sering kita sebut sebagai warganet. Dimana masyarakat semakin berinovasi dengan bantuan teknologi tersebut sehingga informasi bisa dijangkau oleh siapapun dan dimanapun. Sudah sangat jelas jika ekonomi kreatif mampu memberikan perubahan pada generasi muda hanya saja masih menunggu peran generasi muda untuk bergerak dan sadar akan pentingnya ekonomi kreatif sebagai wadah untuk berkarya dalam menghadapi era revolusi industri.

Revolusi 4.0 mengajak para pelaku usaha atau industri untuk lebih memaksimalkan peran dan fungsi internet dalam mengembangkan bisnisnya dan ini selaras dengan salah satu ciri generasi muda sekarang yaitu aktif di media sosial atau internet hal ini bisa dimanfaatkan oleh para generasi muda untuk berkarya dalam ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif juga memberikan profit atau keuntungan finansial kepada generasi muda yang juga diharapkan mampu menambah pertumbuhan ekonomi bangsa.

Ekonomi kreatif adalah sektor yang berkembang dan banyak meningkatkan perekonomian suatu negara secara keseluruhan, ekonomi kreatif diharapkan bisa berjalan dengan baik lewat peran generasi muda dan perubahan-perubahan yang nyata. Seperti halnya Presiden Joko Widodo menghimbau, anak-anak muda kreatif dan inovatif serta para pelaku usaha rintisan untuk memanfaatkan sektor ekonomi kreatif sebagai wadah berkarya bagi generasi muda.

Berbicara mengenai seorang wirausaha dalam menjalankan bisnisnya salah satu tujuan utamanya untuk mendapatkan keuntungan secara finansial serta dapat membuka lapangan kerja, ada juga beberapa wirausaha yang menggerakkan bisnisnya untuk sosial seperti kitabisa.com, Paytren, dan lainnya. Mahasiswa salah satunya sebagai bagian dari generasi milenial dan wirausaha memiliki andil besar dalam perekonomian Indonesia.

Ekonomi kreatif atau industri kreatif tergantung pada orientasinya. Jika orientasi kebijakannya hanya untuk membina potensi atau merawat potensi kreatif penduduk Indonesia sehingga bernilai ekonomi, maka ekonomi kreatif sebagai nomenklatur dalam suatu struktur pemerintahan menjadi relevan. Bila orientasinya tidak sekedar menumbuhkan potensi ekonomi dari kegiatan kreatif penduduk namun lebih jauh untuk menekan kegiatan kreatif penduduk menjadi suatu industri tersendiri yang kuat dan besar yang mampu menyumbangkan PDB (Produk Domestik Bruto) yang signifikan, maka tentu saja yang tepat adalah dengan menggunakan nomenklatur industri kreatif. Berbicara tentang industri maka unsur-unsur dan karakteristik industri dalam kegiatan produksi, haruslah dijaga dan dikembangkan sehingga lebih adaptif, inovatif serta efesien dan efesien. 

Pengaruh konsumen dalam ekonomi kreatif, dikehidupan digital ini ekonomi kreatif sangat berkembang dengan pesat karena banyak milenial yang memiliki ide kreatif dan masuk akal yang muncul dari adanya gaya hidup tidak jauh dari kata sosial media. Sosial media sendiri membawa perubahan besar dalam kehidupan kita saat ini yang membuat segala sesuatu serba cepat dan mudah. Contohnya untuk para konsumen yang kebanyakan sekarang banyak sekali beralih dengan menggunakan pembayaran non-cash untuk membeli tiket konser, tiket transportasi dan pembayaraan belanja online lainnya. Apalagi sekarang banyak sekali bank yang menyediakan mobile banking yang bisa dipakai pada smartphone yang bisa diakses oleh semua nasabah. 

Lalu apa pengaruh produsen dalam ekonomi kreatif? Dari beberapa hal diatas generasi milenial tidak hanya penikmat dari kemajuan digital saat ini tetapi dikehidupan digital ini banyak dari mereka yang bahkan membentuk masyarakat digital di negara kita dengan adanya bisnis start-up yang banyak di Indonesia membuat ekonomi kreatif terus meningkat karena tidak hanya menghasilkan uang tapi juga lapangan pekerjaan sangat luas. Dengan hadirnya market place juga mendukung dalam pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. 

Bisnis start-up dan bisnis eCommerce merupakan salah satu pengaruh milenial bagi ekonomi kreatif Indonesia bahkan Indonesia berada pada urutan keempat dengan jumlah start-up terbesar di dunia. Tantangan bagi negara kita yaitu infastruktur pemerintah dalam menyediakan layanan internet yang cepat kapanpun dan dimanapun. Sumber daya yang dimiliki oleh para milenial merupakan tulang punggung ekonomi kreatif Indonesia selain sumber daya alam, jadi masyarakat khususnya pemerintah harus berapresiasi tinggi untuk generasi bangsa dalam meningkatkan pendapatan ekonomi kreatif negara. 

Generasi milenial mempunyai peran penting dalam meningkatkan ekonomi kreatif baik dengan karyanya, cara berpikir serta semangatnya, hal ini akan membuat pola pikir serta kreatifitas yang akan mendapatkan hasil pula. Kita sebagai milenial harus berperan dalam perkembangan ekonomi kreatif Indonesia sekecil apapun bentuknya. 

Untuk itu mari sama-sama menjadi generasi yang selalu menggunakan teknologi dan media soaial dengan bijak dan terus mengasah kemampuan diri untuk bisa bersaing dengan perubahan zaman. Dan juga jangan lupa kita sebagai muslim, untuk selalu mengedepankan nilai-nilai islam yang diimplementasikan dalam bidang ekonomi. Menjadi ekonom kreatif yang jujur, dermawan, menjadi contoh yang baik untuk yang lain, dan menjadi jembatan bagi kaum mustad’afin. Wallahua’lam.

Farihatul Ula Efendi

(NIM : 1702023)

Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah – Program Studi Muamalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *