Selasa, 10 November 2020, adalah hari dimana kita memperingati Hari Pahlawan. Untuk mengingat bagaimana dahulu para Pahlawan kita berjuang bertempur di Surabaya pada Tahun 1945.

10 November ditetapkan sebagai hari pahlawan melaluiKeputusan Presiden No 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan hari Libur.

Pertempuran antara 20.000 Tentara Indonesia dan 100.000 Anggota Pemuda Rakyat melawan Britania Raya dengan jumlah Pasukan 30.000 dengan peralatan lengkap menjadi pertempuran terberat dalam sejarah rakyat Indonesia. Dipimpin oleh Moestopo, HR Muhammad, Soengkono, Sutomo dari Indonesia, pertempuran itu berlangsung selama 3 pekan.

Pertempuran terjadi pada Tanggal 30 Oktober 1945 setelah Komandan pasukan Britania Raya A.W.S Mallaby terbunuh dalam baku tembak. Kemudian Britania melakukan serangan balasan pada 10 November dengan bantuan pesawat tempur.

Puluhan ribu korban luka-luka, dan ribuan yang meninggal akibat pertempuran. Tiga hari pasukan Britania menduduki sebagian Ibukota.

Hal itu membuat Indonesi dengan ketertinggalan dan kehilangan banyak korban, Indonesia semakin bangkit melawan musuh memperjuangkan kemerdekaannya.

Karena itu, Belanda tidak menganggap lagi Indonesia sebagai pasukan pengacau. Karena Pertempuran ini pula, Britania mendukung Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Jika dahulu para pahlawan berkontribusi dengan keringat dan darah untuk memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Para pemimpin membakar semangat para pemuda untuk berjuang bersama melawan ketiakadilan para penjajah.

Mereka bertaruh nyawa untuk sang Merah Putih dan masa depan Bangsa Indonesia. Perjuangan darah mereka mengamanatkan pada kita semua untuk menjaga Kedaulatan dan Kemerdekaan Indonesia agar tetap Berjaya dimasa depan. Tapi, sebagai pemuda, Apa yang sudah kita persembahkan untuk bangsa ini?

Jika dahulu Pahlawan adalah orang yang berjuang untuk Kemerdekaan Bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah. Pengertian pahlawan saat ini bisa memiliki banyak pengertian dan arti.

Mereka adalah sosok panutan yang dapat membawa perubahan dan memberikan kontribusi positif diberbagai sisi.

Dimanapun anda berapa, apapun bidang yang anda geluti, anda adalah pahlawan yang membawa perubahan dan kontribusi positif.

Ketika perubahan pada hal yang positif itu ada meski hanya kecil, tapi banyak orang yang melakukannya, maka itu akan dapat menggambarkan bagaimana kita dimasa depan.

“Ditengah tidur umat, cukup satu dua pemuda yang mempersiapkan diri memimpin umat. Lantas secara mengejutkan, kematangan mereka menginspirasi sebuah generasi.

Generasi itu kemudian membangunkan umat yang tertidur nyenyak dibalik perisai alasan-alasan.”. itulah yang dikatakan Muhammad Elvandi dalam bukunya yang berjudul Sang Pemuda, Merancang Kontribusi Mengokohkan Eksistensi.(2020:24).

Tak butuh banyak sosok banyak untuk menginspirasi sebuah generasi. Cukup Pemuda yang mempersiapkan diri memipim Umat yang akan menjadi Pahlawa Bangsa dimasa yang akan datang.

Menebar seluruh energy positif pada seluruh penjuru dunia. Itu merupakan hal yang sangat mungkin dilakukan oleh seorang pemuda.

Tentunya persiapan itu membutuhkan proses yang panjang, Persiapan yang matang, Pengorbanan yang pahit. Masa yang tidak sekejap.

Membutuhkan Pemuda yang memiliki ruhiyah yang siap. Persiapan itu harus kita buat dari sekarang juga.

Merencanakan kontribusi unggulan kita untuk memimpin masa depan. Siapapun kita saat ini, apapun bidang yang sedang digeluti. Buatlah Rencana Kontribusi Unggulan kita yang terbaik, yang akan menjadi salah satu sejarah terhebat yang ada dimuka bumi.

Seperti Nabi Sulaiman As yang meminta pada Allah untuk diberikan kerajaan yang paling megah, Dan beliau memerintah dengan adil dan dapat mensejahterakan umatnya. Itulah kontribusi unggulan Nabi Sulaiman.

Seperti Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Mughiroh bin Bardizbah yang berhasil mengumpulkan Hadist Shohih dan dijadikan rujukan sumber hukum sampai saat ini. Itulah kontribusi unggulan beliau.

Kita tahu juga Muhammad Al-Fatih yang berhasil membebaskan Konstantinopel. Itu juga termasuk Kontribusi Ungulan beliau. Banyak sekali tokoh yang telah mempersembahkan mahakarya luar biasa untuk memberikan kontribusi positif.

Mengapa sebagai Pemuda harus berkontribusi? Seperti dalam Q.S Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi :
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٣٠

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’”

Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau!” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”

Allah Subhanahu wata’ala telah memilih kita sebagai Khalifah(pemimpin) dimuka bumi.. Firman-Nya (إني جاعل في الأرض خليفة) artinya suatu kaum yang akan menggantikan suatu kaum lainnya, kurun demi kurun, dan generasi demi generasi.

Apabila saat ini kita tak melaksanakan amanah sebagai pemimpin dimuka bumi ini dengan baik. Maka Allah akan mengganti dengan kaum yang baru, seperti yang terjadi dengan kaum-kaum sebelumnya.

Jika kita pahami lebih detail, seperti saat kita menginjakan kaki, akan ada bekas jejak kaki ditanah yang kita lewati. Sama halnya dengan kita yang hidup di Bumi ini,

Apakah akan meninggalkan jejak yang bermanfaat untuk semua orang dan menjadi ladang pahala untuk akhirat, atau hanya jejak yang seketika hilang tanpa bekas dan tak memiliki manfaat.

Kontribusi positif kita lah yang akan menjadi ladang pahala kita didunia ini. Untuk mewujudkan hal itu, perlu kiranya kita sebagai pemuda mengingat beberepa hal sebagai berikut:
Nahnu du’at qobla kulli syai (kita adalah da’i sebelum jadi apapun itu). Apapun bidang yang kita tekuni untuk memberikan kontribusi terbaik kita untuk bangsa dan masa depan. Ingatlah kita seorang da’i yang selalu memiliki orientasi pada Allah SWT.

Merencanakan Kontribusi Unggul memakan waktu yang sangat panjang. Untuk itu persiapkanlah diri dengan matang dan penuhilah kapasitas diri untuk mewujudkannya.

Bukan hanya sebatas bermanfaat utnuk diri sendiri, tapi bermanfaat untuk orang lain.

Kerahkan seluruh energy positif yang dimiliki, karena hidup di dunia cuma sekali, setelahnya adalah perjalanan panjang menuju illahi.

Begitulah pemuda akan menjadi Pahlawan Generasi Bangsa dimasa yang akan datang. Apabila semua rencana kontribusi unggulan pemuda adalah mengentaskan segala pemaslahan yang ada di Indonesia.

Tentunya bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar dan kuat. Perwujudan masa depan ada di punggung para pemuda nya. Kehidupan masa yang akan datang adalah milik generasi yang ada saat ini.

Prakata terakhir penulis sampaikan , marilah kita jadikan momen bersejarah 10 November 2020 sebagai penghormatan terhadap jasa para pahlawan kita.

Disamping itu juga sebagai pengingat untuk kita semua agar mempersiapkan diri menjadi Pahlawan Generasi Bangsa dimasa depan. Dengan merencanakan kontribusi positif terbaik yang harus kita wujudkan.

Siapapun anda, Anda adalah orang terbaik
Dimanapun anda berada, Anda adalah tonggak ujung perubahan arah baik
Kapanpun, tak akan ada kata terlambat untuk menebar kebaikan.

Salam Literasi, Selamat Hari Pahlawan, Pahlawanku Sepanjang Masa***

Penulis : Ega Kusuma Dewi
(Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah Kuningan)

Referensi
Al-Qur’an dan terjemahannya
Ternate.trubunews.com
Baitsyariah.blogspot.com
Elvandi, 2020, Sang Pemuda Merancang Kontribusi Mengokohkan Eksistensi, MUDA. Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *