BEM STISHK Menyelenggarakan Dialog Kebangsaan  dalam Suasana  HUT RI KE-75

    Kuningan-Peringatan kemerdekaan RI ke-75 merupakan suatu momentum bersejarah bagi negeri ini. Bangsa yang telah memproklamirkan kemerdekaannya ini masih saja diliputi suatu permasalahan yang cukup serius bahkan dapat menyebabkan disintegasi bagi bangsa. Perlu adanya edukasi yang membangun karakter nasionalisme sehingga dapat mencegah disintegrasi bangsa yang lebih parah.

    BEM STISHK sebagai salah satu organisasi internal mahasiswa yang concern terhadap pendidikan yang termaktub dalam Tridharma Perguruan Tinggi serta mengusung tagline kampus yaitu  Scientific, Qur’anic, Integrity menyelenggarakan webinar  STISHK#4 bertajuk “Dialog Kebangsaan: Membangun Karakter Nasionalisme Menuju Masyarakat Indonesia Bermartabat” yang diselenggarakan pada hari sabtu kemarin (22/8) pukul 09.00 WIB. Webinar tersebut diselenggarakan secara virtual lewat platform Zoom Meeting dan Streaming Youtube serta Live Chat di Grup WhatsApp yang diikuti oleh total sekitar 140 peserta di ketiga aplikasi populer tersebut.

    Dr. Mualim sebagai moderator yang juga diamanahi sebagai ketua LPMI STISHK memandu secara apik rangkaian acara webinar tersebut, bersama beliau narasumber orasi ilmiah kebangsaan yang juga merupakan Dekan Fakultas Psikologi Universitas  Mercu Buana dan juga Direktur Eksekutif Institut Indonesia yaitu Dr. Muhammad Iqbal, M.Soc. Sc., memaparkan materi kebangsaan dengan penuh semangat dan antusias. Hal ini tidak terlepas dari peran peserta yang aktif dan banyak memberikan pertanyaan saat sesi diskusi berlangsung.

    Dialog kebangsaan tersebut diisi dengan materi yang menggugah problem bangsa Indonesia dan berusaha mencari solusinya. Narasumber  diawal memberi perhatian khusus kepada kaum remaja bahwa bahaya bangsa sesungguhnya mengintai mereka, baik itu lewat media sosial, kecanggihan akses teknologi, dan pergaulan bebas ala barat. Generasi muda dibuat steril terhadap permasalahan yang menimpanya tersebut, akibatnya “imunitas” mereka rendah dan menjadikannya generasi yang tidak tangguh terhadap tantangan zaman. 

    Solusi yang narasumber tawarkan pun beragam, suatu yang menjadi point of interest adalah pentingnya pembangunan karakter nasionalisme dan religius pada generasi muda. Mengutif dari pernyataan bung Karno: “Bangsa ini harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter… Kalau tidak dilakukan, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli!. Karakter inilah yang membuat kita kedepannya sukses atau tidak”.

    Diakhir sesi diskusi, terlihat para peserta sangat antusias dan aktif dalam mengajukan pertanyaan, bahkan seorang peserta berujar dikolom live chat-nya: ”Sungguh saya menyesal telah mengikuti webinar ini sendiri, kalau saya tahu bahwa acaranya akan sehebat ini, saya akan undang seluruh kawan-kawan saya untuk ikut (acara ini)” ujarnya.

(bemstishk/read)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *